Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu
Blogger Tips and TricksLatest Tips For BloggersBlogger Tricks

TOKOPEDIA - Membangun Indonesia Lebih Baik Lewat Internet

Kami adalah perusahaan internet yang memungkinkan setiap individu dan pemilik bisnis di Indonesia untuk mengembangkan dan mengelola bisnis online mereka secara mudah dan gratis, sekaligus memungkinkan pengalaman berbelanja online yang lebih aman dan nyaman... More

Belanja di Tokopedia Pakai JNE, Pembeli & Penjual Dapat Cashback Ongkir!

Untuk semakin memudahkan semua pengguna saat bertransaksi online di Tokopedia, kini Tokopedia sudah bekerja sama dengan 8 logistik besar di Indonesia. Dan dalam kurun waktu satu tahun terakhir ini, JNE cukup... More

Tokopedia Kini Mendukung Sistem Resi Otomatis Untuk JNE!

Hai Toppers, ada kabar gembira lho untuk kita semua. Mulai hari ini, Tokopedia mendukung sistem resi otomatis untuk JNE. Dengan fitur ini, kamu tidak perlu lagi repot-repot memasukkan nomor resi secara manual. Kamu tinggal membawa kode booking yang kamu terima dari Tokopedia... More

Belanja di Tokopedia, Bayarnya Bisa di Indomaret!

Banyak Toppers yang masih sering bertanya – tanya, “Min, saya mau pesan barang di Tokopedia tapi gak punya akun rekening, gimana cara bayarnya ya?” Sekarang kamu gak perlu bingung karena Toped punya kabar baik... More

Aplikasi iOS Tokopedia, Download Sekarang!

Selama ini banyak Toppers yang bertanya kapan aplikasi Tokopedia tersedia untuk para pengguna iOS. Nah menjawab pertanyaan tersebut, mulai tanggal 25 Juni 2015 aplikasi iOS  Tokopedia sudah bisa kamu download secara GRATIS di App Store! Dengan hadirnya aplikasi iOS Tokopedia , para pengguna iPhone dapat mengakses Tokopedia dimana pun dan kapan pun... More
Prev 1 2 3 4 5 Next

E-Commerce dan Perkembangannya di Indonesia

Senin, 10 Agustus 2015

Hai Toppers!

Apa kabar kalian? Sudah cek tokopedia belum? hehe . Oke, dikesempatan kali ini gue mau sedikit bercerita ttg 'riweuh' (riweuh=ribet) nya jadi warga kota besar. ribet? kok ribet? bukannya disana apa aja ada? itu sih mungkin yang sering kita denger saat curhat masalah yang sering muncul dikota besar, dan mungkin untuk sebagian orang hal ini terdengar aneh, bagaimana bisa merasa ribet hidup dikota besar, yang segala sesuatunya lebih menunjang dibanding dengan kota-kota penunjang disekitar. Tapi itu sih yang gue rasain, dan mungkin sebagian lainnya. Apa sih yang ga ada di kota besar? segala hal baru biasanya berawal dari kota besar dan menyebar ke sisi-sisi nya. Ga salah juga sih kalo ada yang berpikir demikian, karena emang semakin maju sebuah kota, masyarakatnya juga dituntut lebih untuk membuatnya kotanya menjadi hidup. Makanya kota besar akan jauh lebih sibuk, dengan 'nyawa' yang menyala lebih lama dari kota-kota lain. Seperti halnya New York yang dijuluki sebagai Kota yang tidak pernah tidur. Ya intinya, kalo mau kotanya maju, kita sebagai motor penggeraknya yang kerja ekstra untuk itu. Oke, kembali ke ribetnya hidup dikota besar, kenapa sih gue sampe beranggapan demikian?. Banyak hal sih yang mnjadi dasar prnyataan itu, tapi hal yang paling berasa banget kalo udah tinggal dikota besar itu kepadatan pendudukanya. Udah ga ada lagi tuh tanah lapang yang bisa kita pake buat main bola, lari-larian kesana-kesini, yang ada bangunan-bangunan, entah itu kantor, sekolah atau perumahan untuk dihuni. Manusianya semakin banyak, kebutuhannya juga berbanding lurus dan bercabang haha karena manusia kan banyak maunya hahaha iya kan? Seperti yang udah di singgung didepan, bahwa selalu ada tuntutan dikota besar, entah itu untuk pelayanan, kebutuhan atau yang lain, tapi mengesampingkan faktor kenyamanan pada akhirnya. Tapi tenang, ga selamanya kota besar itu negatif, karena seperti yang gue bilang diawal. Dari kota besar banyak hal-hal baru tercipta. Seperti yang akan gue bahas berikut ini, yaitu tentang e-commerce. E-commerce? Apa itu e-commerce? Brand baju kah?, Nama makanan terfavorit? atau malah ada yang udah pernah mencoba layanan ini? Hah, okelah daripada melebar kmana-mana dan ga jelas, gimana kalau kita bahas dulu awal mula kenapa si dia bisa lahir. Cekidot!

E-commerce sudah ada di dunia dan di mulai kemunculan sejak layanan internet tersedia, yang kemudian berkembang. Awalnya, internet merupakan koperasi komputer yang tidak dimiliki siapapun. Internet lahir pada tahun 1969 ketika sebuah kelompok peneliti di Departemen Pertahanan Amerika berhubungan dengan empat komputer di UCLA, Stanford Research Institute, Universitas Utah, dan Universitas California di Santa Barbara. Hubungan ini dilakukan untuk menciptakan sebuah jaringan untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain mengenai proyek-proyek pemerintah. Jaringan ini dikenal dengan istilah ARPAnet-ARPA lebih jelasnya Advanced Research Project Agency yang merupakan bagian dari Departemen Keamanan AS. Tiga tahun kemudian, lebih dari lima puluh universitas dan agensi-agensi militer telah terhubung bersama-sama dalam jaringan (network), dan jaringan komputer yang lain mulai muncul di sekitar negara bagian (country) dan dunia. Seiring dengan perkembangan ARPAnet, yang diikuti pula dengan kerjasama jaringan antara militer dan kaum pendidik, dan eksperimen NASA mengenai jaringan komputer, jaringan ini mulai terhubungkan satu dengan yang lain (interconnected), inilah awal mula "Internet". Sejarah Singkat dan definisi ecommerce: Perkembangan Teknologi Informasi telah berhasil menciptakan infrastruktur informasi baru. Internet memiliki beberapa daya tarik dan keunggulan bagi para konsumen maupun organisasi, misalnya dalam hal kenyamanan, kecepatan data, akses 24 jam sehari, efisiensi, alternatif ruang dan pilihan yang tanpa batas, personalisasi, sumber informasi dan teknologi yang potensial dan lain lainnya. Dalam konteks bisnis, internet membawa dampak transformasional yang menciptakan paradigma baru dalam dunia bisnis berupa ‘Digital Marketing’ Pada awal penerapan electronic commerce yang bermula di awal tahun 1970-an dengan adanya inovasi semacam Electronic fund Transfer (EFT). Saat itu penerapan sistem ini masih sangat terbatas pada perusahaan berskala besar, lembaga keuangan pemerintah dan beberapa perusahaan menengah kebawah yang nekat,kemudian berkembang hingga muncullah yang dinamakan Electronic Data Interchange (EDI). Bermula dari transaksi keuangan ke pemprosesan transaksi lainnya yang membuat perusahaan-perusahaan lain ikut serta, mulai dari lembaga-lembaga keuangan hingga ke manufacturing, ritel,jasa dan lainnya. Kemudian terus berkembang aplikasi-aplikasi lain yang memiliki jangkauan dari trading saham sampai ke sistem reservasi perjalanan. Pada waktu itu sistem tersebut dikenal sebagai aplikasi telekomunikasi. Definisi Electronic Commerce (e-commerce): Electronic e-commerce merupakan konsep dari pemasaran global yang di gambarkan sebagai proses jual beli barang atau jasa pada dunia online atau pertukaran informasi melalui jaringan informasi internet(Turban, Lee, King, Chung, 2000). Sebagai contoh, pada proses membeli buku di amazon.com, bukanlah murni e-commerce, sebab saat pesanan ini dilakukan via online, buku tersebut dikirim pada pemesan dengan melalui perusahaan pengiriman barang seperti FedEx, akan tetapi membeli software di Grisoft merupakan e-commerce murni, karena pengiriman, pembayaran, dan perantara perdagangan semuanya dilakukan dalam system digital. Memang aktivitas bisnis selalu membutuhkan tempat, maka aplikasi e-commerce dibangun dengan infrastruktur teknologi yang ada seperti Web Server HostingDomain Name, Koneksi Internet, Web Progamming, Database MySQL, dan lain-lainnya. Bila banyak orang diantara kita memandang e-commerce itu hanya sekedar situs Web belaka, padahal yang sesungguhnya lebih luas dari itu.

Karakteristik Utama e-commerce:
·       Terjadinya transaksi antara dua belah pihak.
·       Adanya pertukaran barang, jasa, atau informasi.
·       Internet merupakan medium utama dalam proses atau mekanisme perdagangan tersebut.

e-commerce terbagi atas dua segmen yaitu
·       Business to business e- commerce (perdagangan antar pelaku usaha).
·       Business to consumer e-commerce (perdagangan antar pelaku usaha dengan konsumen.

Sampai sini sudah mulai mudeng kah? (mudeng=mengerti), bingung? masih belum kebayang? atau mungkin masih ada yang masih penasaran tentang apa sih sebener-benernya e-commerce itu?. Ada ga sih contoh realnya?. Tenang! jangan sedih brad and sist. Kita ulas satu persatu ya. disini kami usahakan semuanya terjawab hehehe

Bentuk e-commerce yang ada terbagi dalam 5 macam, yaitu forum online/ daftar iklan baris, marketplaceshopping mall, toko online, dan social. Pertama yang akan kita coba bahas mengenai bentuk e-commerce yang merupakan daftar iklan baris. Saat ini siapa sih yang ga tau kaskus? ya kaskus merupakan sebuah forum melalui media online yang saat ini terus berkembang dan menjadi salah satu website e-commerce yang besar di Indonesia. Para pengguna kaskus yang bisa disebut dengan sebutan "agan" ini bisa membuat dan posting artikel dari mulai pembahasan politik, ekonomi, spiritual, olahraga, makanan, hobi, dan jual beli tentunya. Untuk masalah jual beli selama proses transaksi berlangsung pihak kaskus sendiri tidak memberikan keharusan bagi para penjual ataupun pembeli menggunakan layanan transaksi apapun yang mereka sediakan. Biasanya untuk metode pembayaran dari transaksi para "agan-agan" kaskus ini lebih menggunakan sistem COD (cash on delivery) karena sistem pembayaran seperti ini dianggap lebih transparan dan terbuka antara penjual dan pembeli. Selain itu, biasanya metode pembayaran seperti ini digunakan para penjual yang menjual barang-barang bekas atau menjual barang dengan kuantitas yang sedikit.
Bentuk e-commerce kedua yang ada di Indonesia adalah marketplace. Bentuk e-commerce seperti ini adalah model bisnis dimana website yang bersangkutan menawarkan tempat atau lapak sebagai media promosi untuk membantu mempromosikan barang dagangan para klien yang bertindak sebagai penjual yang menggunakan jasa perusahaan tersebut. Selain itu, pihak e-commerce juga memfasilitasi layanan  metode pembayaran dari transaksi yang dilakukan. Indikator utama bagi sebuah website marketplace  adalah seluruh transaksi online harus difasilitasi oleh website yang bersangkutan yang juga menjadi cirri utama dari bentuk bisinis e-commerce marketplace. Kegiatan transaksi jual beli pada marketplace jugan memberikan layanan escrow. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan escrow account itu? Escrow account merupakan rekening pihak ketiga untuk menjamin kemanan bertransaksi sebagai jembatan antara penjual, pembeli, dan pihak marketplace tersebut. Dimana penjual hanya akan menerima uang pembayaran setelah barang diterima oleh pihak pembeli. Selama barang tersebut belum sampai di tangan pembeli, uang akan disimpan di rekening pihak ketiga. Apabila transaksi gagal, maka uang akan dikembalikan ke pihak pembeli. Perusahaan e-commerce yang berbentuk marketplace di Indonesia salah satunya adalah Tokopedia, Buka Lapak dan Elevenia.
Selanjutnya adalah e-commerce yang berbentuk Shopping Mall/ Retail. Model e-commerce ini hampir mirip dengan marketplace dari segi pelayanannya, akan tetapi yang membedakannya disini penjual yang bisa berjualan hanyalah penjual dengan nama brand besar. Untuk masuk pun membutuhkan proses yang tidak mudah karena proses verifikasinya yang ketat. Jika dilihat dari segi keuntungan, pihak e-commerce bisa menarik komisi dari penjual yang notabenenya brand besar tersebut. Di Indonesia bentuk bisnis ini baru diterapkan oleh Blibli.
Bentuk bisnis e-commerce selanjutnya adalah toko online bussines to consumer (B2C). Model bisnis ini cukup sederhana, yakni sebuah toko online dengan alamat website (domain) sendiri dimana penjual memiliki stok produk dan menjualnya secara online. Sehingga semua keuntungan dari penjualan produk murni dimiliki oleh perusahaan e-commerce tersebut. Beberapa perusahaan e-commerce yang menerapkan bentuk seperti ini di Indonesia antara lain Lazada, Bhineka, dan Zalora.
Bentuk bisnis e-commerce yang terakhir adalah Social Media Shop. Bentuk e-commercer ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan sosial media yang semakin meningkat. Peluang yang ada pada sosial media tersebutlah yang langsung dimanfaatkan oleh para perusahaan e-commerce dengan membangun bisnis yang berbasis sosial media. Di Indonesia sendiri yang menjadi lahan sosial media shop adalah Facebook , Twitter,dan Instagram. Sedangkan e-commerce di Indonesia yang menerapkan bentuk bisnis ini adalah Onigi. Untuk keuntungan yang didapat adalah dari segi pemanfaatan banyaknya konsumen yang memakai sosial media dan juga kemudahan dalam pembuatannya.
Untuk mengenal lebih lanjut e-commerce ini kita harus mengetahui kelebihan dan kelemahannya, yaitu:
·       Isu keamanan, Masalah keamanan ini membuat orang takut untuk melakukan transaksi, misalkan
      adanya penipuan dalam transaksi tersebut. Sekarang sudah banyak modus yang digunakan untuk
      menipu  para konsumen, salah satunya adalah penipuan melalui sms seperti kuis atau yang
      lainnya.
·       Pembajakan kartu kredit, stock exchange fraud, banking fraud, hak atas kekayaan
     intelektual, akses ilegal ke system informasi (hacking) perusakan web site sampai dengan
     pencurian data.
·       Ketidaksesuaian jenis dan kualitas barang yang dijanjikan,
·       Ketidaktepatan waktu pengiriman barang.
·       No cash payment.
·       Indonesia belum memiliki perangkat hukum yang mengakomodasi
     perkembangan e-commerce. Hukum yang kurang berkembang dalam e-commerce juga
     merupakan salah satu penyebab konsumen merasa sangsi dengan transaksi yang akan
     dilakukannya. Tidak semua perusahaan e-commerce melakukan perlindungan/jaminan terhadap
     konsumen yang akan melakukan transaksi dengan perusahaan tersebut.
·       Masalah kultur, yaitu sebagian masyarakat kurang merasa puas bila tidak melihat langsung barang
     yang akan dibelinya.

Kelebihan e-commerce:
·       Masih banyak peluang dalam e-commerce karena belum banyak orang terlibat dalam e-commerce.
·       Pemerintah mendukung penuh dengan perkembangan teknologi.
·       Mempermudah konsumen mendapat informasiTransaksi semakin cepat dan mudah.
·       Perusahaan dapat memperluas pasarnya, bahkan hingga pasar internasional, sehingga perusahaan
     tersebut dapat lebih banyak menjangkau pelanggan, bahkan dapat melakukan kerjasama dengan
     perusahaan luar.
·       Mengurangi biaya pemasaran bagi pengusaha.
·       Sistem yang berjalan 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu mempermudah konsumen dalam
      melakukan transaksi karena dapat dilakukan kapan saja.
·       Dapat melakukan transaksi dengan cepat, mudah dan aman.
·       Mengurangi biaya transportasi bagi konsumen, karena transaksi dapat dilakukan di rumah.

Seperti yang di terapkan oleh Tokopedia, Operasional Tokopedia memberikan layanan 24 jam/ 7 hari karena DNA Tokopedia adalah Focus on Consumer, Growth Mindset dan Make it happen, make it better.

Kunci Sukses Dalam Membangun Bisnis e-commerce:
1. Membangun Circle of Trust
Dalam e-commerce yang dibangun Multiply, Edward K. Suwignyo, menuturkan bahwa timnya telah menerapkan dua circle of trust guna membangun tingkat kepercayaan konsumennya. Dua Circle of Trust di Multiply tersebut adalah bagaimana membangun kredibilitas dan bagaimana men-deliver yang namanya assurance (jaminan). Bagi Multiply sendiri, membangun kredibilitas konsumen memang harus terus menerus dilakukan dan dijaga setiap waktu, karena memang kredibilitas itu adalah proses jangka panjang, bukan sesuatu yang instan. Masih menurut Edward K. Suwignyo, menurutnya dalam konsep #belanja online, yang dicari oleh konsumen  sebenarnya sederhana, yaitu sesuatu yang praktis, cepat, dan aman. Dan di Indonesia saat ini sedang mengarah ke arah sana.
2. Transparan Dalam Bertransaksi
Regulasi yang mengatur toko belanja online memastikan rincian penting seperti informasi yang mengharuskan kontak bisnis selalu ditampilkan. Selain itu dalam memberikan informasi sebuah produk harus memberikan informasi transparan dan akurat agar konsumen tidak merasa dibohongi. Meskipun aturan sudah sedemikian ditetapkan, tetapi banyak orang masih memiliki kekhawatiran tentang pembelian secara online. Yang membuat para konsumen khawatir adalah banyaknya kasus penipuan atau munculnya banyak situs e-commerce yang tidak jelas. Untuk itu akan lebih bijak dan semakin terpercaya jika #website e-commerce yang Anda launching mengutamakan keterbukaan dengan menyampaikan informasi sedetail-detailnya.
3.  Prinsip Aman, Nyaman dan Terpercaya
Dalam sistem pembayaran yang ditampilkan untuk situs eCommerce harus memenuhi tiga unsur yaitu, Aman, Nyaman dan Terpercaya. Baik menggunakan kartu kredit, PayPal, ataupun dengan transfer bank lokal, yang paling utama adalah keamanan, kenyamanan serta keterpercayaan sistem yang ada dalam situs e-commerce. Konsumen lebih cenderung untuk melakukan pembelian jika mereka dapat melihat pilihan mereka bisa dipercaya sebelum mereka berkomitmen untuk membeli. Menampilkan pilihan pembayaran bersama banner pembayaran yang aman memperkuat pesan bahwa situs e-commerce bisa dipercaya seutuhnya. Karena banyak pelanggan yang memiliki metode pembayaran yang disukai, sangat penting bahwa Anda menawarkan berbagai metode pembayaran. Hal ini untuk memastikan mereka tidak ada akan pergi hanya karena transaksi keuangan yang ditawarkan membuat mereka tidak nyaman.
4.  Sederhanakan Proses Transaksi
Apapun jenis e-commerce yang sedang dikelola, penting kita ketahui bahwa semakin sederhana proses transaksi yang kita tawarkan maka itu adalah suatu nilai plus tersendiri. Mungkin meminta rincian info dari pengunjung dengan pendaftaran bisa menghasilkan banyak manfaat terhadap situs e-commerce Anda. Namun perlu kita ingat bahwa banyak pelanggan lebih menyukai proses yang cepat, akurat dan mudah karena begitu berharganya waktu bagi mereka. Perlu juga kita ingat, ketika seseorang memutuskan untuk menggunakan layanan online, baik itu berbelanja atau bertransaksi lainnya, tentu dibarengi dengan keinginan untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan dan bisa memotong proses transaksi yang panjang.
5.  Maksimalkan Fitur Untuk Pengguna Ponsel
Semakin besarnya pengguna ponsel saat ini membuat website eCommerce juga harus menyesuaikan diri. Apalagi dengan #Algoritma Google yang paling baru dengan karakter yang lebih mengutamakan easy mobile, maka Anda mau tidak mau juga harus mengikuti agar situs eCommerce Anda tidak terlempar dari persaingan. Algoritma MobileGeddon dengan jelas menegaskan bahwa akan mengutamakan sebuah situs yang mobile friendly. Artinya jika situs Anda tidak memiliki kualifikasi demikian, jangan berharap bisa bersaing dengan situs yang lainnya. Dengan maksimalnya fitur untuk ponsel, maka dengan sendirinya akan semakin mempermudah akses klien Anda yang memakai ponsel. Karena seperti kita ketahui bersama bahwasannya saat ini ponsel canggih begitu mendominsai masyarakat untuk menjelajahi internet.

Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
·       E-mail dan Messaging
·       Content Management Systems
·       Dokumen, spreadsheet, database
·       Akunting dan sistem keuangan
·       Informasi pengiriman dan pemesanan
·       Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
·       Sistem pembayaran domestik dan internasional
·       Newsgroup
·       On-line Shopping
·       Conferencing
·       Online Banking/internet Banking
·       Product Digital/Non Digital
·       Online SEO

Berikut adalah beberapa aplikasi Umum yang berhubungan dengan e-commerce yang diterapkan di PT. Bakrie Telecom, Tbk.
1. E-mail dan Messaging
Semua komunikasi yang digunakan di BTEL adalah melalui Email, hal ini sangat mendukung semua proses kerja di BTEL, sehingga semua keputusan dapat diambil dengan  mudah dan waktunya cepat.   
2. Content Management Systems
Content management systems yang digunakan di BTEL atau biasa di sebut dengan CMS sebenarnya merupakan suatu sistem yang di gunakan untuk mempermudah dalam memfasilitasi pembuatan, pengelolaan, pembaharuan, dan publikasi content pada sebuah situs website ataupun blog. Dengan adanya content management system (cms) yang terintegrasi pada suatu website atau blog, seseorang dalam melakukan pengelolaan situs yang dinamis beserta isi data content nya yang berupa informasi dalam bentuk teks, grafik, images, video maupun dalam format lainnya semakin di permudah bahkan untuk orang awan sekalipun dapat mengelolah suatu website ataupun blog beserta isi content nya dengan sangat cepat dan mudah.
3. Dokumen, spreadsheet, database
Semua dokumen yang dikelola di BTEL disimpan dan dikelola dalam data base yang disimpan secara teratur. 
4. Akunting dan sistem keuangan
Data keuangan dan pelaporan yang ada di BTEL dikelolah dengan sangat canggih oleh sistem yang secara terintegrasi dari semua bagian dan cabang yang menginput transaksi. Adapun laporan yang ada adalah  Income statement, balance sheet laporan perubahan modal, dan banyak lagi laporan yang dibutuhkan oleh bagian-bagian terkait untuk dapat dibuat sebagai dasar pengambilan keputusan. 
5. Informasi pengiriman dan pemesanan 
Informasi pengiriman dan pemesanan semua keperluan pengadaan barang yang diperlukan juga sudah menggunakan cara  automatically order, yang dikelola dengan baik dalam memenuhi semua kebutuhan di semua cabang maupun di semua bagian yang memerlukan , di BTEL semua proses tersebut dikelola olehprocurement.
6. Pelaporan informasi dari klien dan enterprise
Pelaporan informasi yang di dapat dari klien dan enterprice sudah dikoordinasikan dengan baik di  PT. Bakrie Telecom, Tbk, sehingga semua informasi yang diperlukan dengan cepat bisa didapatkan dari klien dalam hal ini mitra kerja dari pada BTEL. 
7. Newsgroup
BTEL memiliki suatu media news group, yang setiap saat dapat diakses oleh semua karyawan melalui portal BTEL, adapun nama newsnya adalah “Esia All News”, media ini sangat mudah diakses, dan banyak informasi yang didapat, dan media ini dapat memberikan informasi secara online. 
8. Conferencing
Conferencing yang dilakukan di BTEL sudah dilakukan dengan sistem yang baik sehingga pada saat melalukan conference tidak ada lagi pembatas lokasi, kemudahan seperti ini memberikan keefektifan kerja , dalam menyampaikan informasi – informasi yang sesegera mungkin disampaikan. 
Di BTEL sendiri, salah satu departemen yang paling penting dan merupakan  komponen utama dalam proses bisnisnya adalah IT BSS (Business Support System). IT BSS (Business Support System) merupakan komponen penting pada perusahaan telekomunikasi untuk mendukung dan menjalankan operasi bisnis utama kepada pelanggan berupa layanan komunikasi end-to-end. BSS bertanggung jawab di 4 area penting perusahaan : 
a. Product Management
BSS mendukung pembangunan produk, manajemen harga layanan, kegiatan penjualan, mendukung manajemen produk (product life cycle), dan mensinergikan produk dengan kebutuhan pelanggan. 
b. Customer Management
BSS mendukung interaksi, layanan informasi, serta penyelesaian masalah pelanggan selama 1 hari penuh 24 jam dan 7 hari dalam seminggu. Customer management bertanggung jawab mengelola pelanggan agar tetap loyal dengan perusahaan. 
c. Revenue Management
BSS mendukung perolehan pendapatan berupa perhitungan tagihan ke pelanggan, perhitungan pendapatan berdasarkan tiap jenis layanan, perhitungan kerugian karena kesalahan konfigurasi di elemen jaringan atau kesalahan vendor, serta kelayakan produk untuk tetap dijalankan oleh perusahaan. 
d. Order Management
BSS mendukung proses produksi dan distribusi reguler, pemesanan (order) produksi untuk acara atau wilayah khusus, pemesanan komponen keperluan produksi ke vendor, serta change/ service request terhadap konfigurasi elemen jaringan, layanan, dan produk.
Tugas utama IT BSS adalah menangani kebutuhan perusahaan untuk melayani  pelanggan dan menghasilkan revenue. Keterlambatan delivery aplikasi dari ITT BSS menyebabkan perusahaan kehilangan momen yang paling tepat untuk melakukan launching layanan baru dan menciptakan peluang bagi perusahaan kompetitor untuk lebih dahulu merebut pelanggan. Pekerjaan yang diterima IT BSS berasal dari user / requestor,
yaitu tim commerce (product management, product operation, sales, Customer Relationship Management (CRM) dan lainnya).
E-commerce organization Indonesia
idEA – Indonesian E-commerce Association merupakan wadah komunikasi antar pelaku industri E-commerce Indonesia. idEA hadir sebagai jembatan untuk menjalin hubungan yang baik antar pemain dalam industri dengan para mitra industri secara berkesinambungan, termasuk diantaranya dengan pemerintahan dalam hal regulasi yang berkaitan dengan kepentingan industri, maupun dengan asosiasi lain yang secara langsung menjadi elemen penting dalam pengembangan ekosistem industri E-commerce.
idEA resmi didirikan pada bulan Mei 2012 di Jakarta. Penggagas idEA terdiri dari 10 perusahaan besar E-commerce Indonesia, yaitu : Berniaga.com, Bhinneka.com, BliBli.com, DealGoing.com, Gramedia.com, Kaskus.us, Multiply.com, Plasa.com, Tokobagus.com dan Tokopedia.com.

Visi idEA adalah :
·       Memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi dan pemerataan kekayaan Indonesia
     melalui aktivitas E-commerce.
·       Menjadikan fasilitas E-commerce tersedia bagi semua pengguna Internet di Indonesia.
·       Menjadikan Indonesia sebagai basis ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Misi idEA adalah :
·       Melakukan kegiatan edukasi yang meluas tentang E-commerce
·       Melakukan kegiatan promosi yang menyeluruh tentang E-commerce
·       Mengembangkan sumber daya manusia bidang E-commerce
·       Mengembangkan teknologi yang superior yang dapat mendorong kesuksesan industri E-commerce

Intervensi Pemerintah
Sesuai dengan idealisme Indonsia yaitu Pancasila sila ke 5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pemerintah sebagai suatu lembaga berkewajiban membuat peraturan sehingga keadilan tersebut terwujud. Hal itu semakin diperjelas dengan pasal  33 ayat 4 Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinisp kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Pemerintah Indonesia telah membuat berbagai Kementrian untuk membantu dalam mengelola Negara ini.  Kementrian yang berhubungan dengan e-commerce adalah Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika. Masing-masing kementerian tersebut terhubung karena E-commerce merupakan tempat terjadinya/ sarana jual beli.
·         Kementerian Perdagangan
Di Indonesia sebelum ada RPP E-commerce, peraturan E-commerce merujuk pada UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Untuk lebih menyempurnakannya di tahun 2014 diterbitkan UU no.7 tahun 2014 yang menyatakan bahwa setiap pelaku usaha dalam kegiatan perdagangan melalui system elektronik (E-commerce) wajib menyediakan data atau informasi yang bukan hanya lengkap tapi juga benar dan dilarang menjual barang atau jasa yang tidak sesuai dengan data dan informasi yang disampaikan. Di tahun 2015 pemerintah mencanangkan program untuk memperbaharui UU yang dituangkan dalam RPP E-commerce yang isinya antara lain: daftar negatif investasi, pendampingan UKM, dan cross border transaction. Pada tanggal 4 Jul 2015 Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengundang Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) untuk membahas RPP E-commerce dan menyatakan akan melibatkan Asosiasi dalam proses penyusunan aturan tersebut.
·       Kementrian Kominfo
Peraturan pemerintah tentang penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik yaitu PP No. 82 tahun 2012 di dalamnya mengatur tentang penyelanggaraan system transaksi elektronik, Intrusive Ads, dan akreditasi e-commerce.
·       Pajak e-commerce
Kompas menyebutkan transaksi E-commerce mencapai 8.5 % dari PDB dari sektor perdagangan secara keseluruhan pada tahun 2014 sebesar kurang lebih 1400 triliun. PDB e-commerce tersebut diperoleh dari transaksi yang dilakukan oleh lebih 75 ribu pedagang pelaku e-commerce. Jumlah tersebut akan terus meningkat pesat, karena berdasarkan sumber dari Markplus Insight dan Markeeters ada sekitar 5 (lima) juta pedagang yang siap melakukan penjualan online apabila infrastruktur dan jaringan sudah memadai. Sehingga bisa diprediksi betapa besarnya jumlah transaksi e-commerce beberapa tahun mendatang.
Dalam transaksi e-commerce terdapat potensi pajak yang seharusnya disetorkan kepada negara. Saat ini belum ada peraturan yang mengaturnya, apabila dapat mengawasi transaksi e-commerce, maka penerimaan dari sektor ini akan dapat memberikan kontribusi yang tidak sedikit terhadap penerimaan pajak. Penggalian pajak atas transaksi e-commerce bertujuan untuk menerapkan keadilan bagi semua wajib pajak baik konvensional maupun e-commerce. Karena pada dasarnya kewajiban wajib pajak pelaku bisnis konvensional atau e-commerce tidak berbeda.
Beberapa peraturan lain yang berkaitan dengan transaksi E-commerce adalah HAKI (UU Hak Cipta No.19/2002, Rahasia Dagang No.30/2000, Desain Industri No.31/2000, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu No.32/2000, Paten No.14/2001 dan Merk Np.15/2001), Perlindungan Konsumen (No.8/1999), Persaingan Usaha yang Sehat (No.5/1999), KUHPerdata, dan UU Transfer Dana (No.3/2011).

Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Crowpedia

Tokopedia

Nakama

Nakama

Total Tayangan Halaman