Hai Toppers!
Apa kabar kalian? Sudah cek tokopedia
belum? hehe . Oke, dikesempatan kali ini gue mau sedikit bercerita ttg 'riweuh'
(riweuh=ribet) nya jadi warga kota besar. ribet? kok ribet? bukannya disana apa
aja ada? itu sih mungkin yang sering kita denger saat curhat masalah yang
sering muncul dikota besar, dan mungkin untuk sebagian orang hal ini terdengar
aneh, bagaimana bisa merasa ribet hidup dikota besar, yang segala sesuatunya
lebih menunjang dibanding dengan kota-kota penunjang disekitar. Tapi itu sih
yang gue rasain, dan mungkin sebagian lainnya. Apa sih yang ga ada di kota
besar? segala hal baru biasanya berawal dari kota besar dan menyebar ke
sisi-sisi nya. Ga salah juga sih kalo ada yang berpikir demikian, karena emang
semakin maju sebuah kota, masyarakatnya juga dituntut lebih untuk membuatnya
kotanya menjadi hidup. Makanya kota besar akan jauh lebih sibuk, dengan 'nyawa'
yang menyala lebih lama dari kota-kota lain. Seperti halnya New York yang
dijuluki sebagai Kota yang tidak pernah tidur. Ya intinya, kalo mau kotanya
maju, kita sebagai motor penggeraknya yang kerja ekstra untuk itu. Oke, kembali
ke ribetnya hidup dikota besar, kenapa sih gue sampe beranggapan demikian?.
Banyak hal sih yang mnjadi dasar prnyataan itu, tapi hal yang paling
berasa banget kalo udah tinggal dikota besar itu kepadatan pendudukanya. Udah
ga ada lagi tuh tanah lapang yang bisa kita pake buat main bola, lari-larian
kesana-kesini, yang ada bangunan-bangunan, entah itu kantor, sekolah atau
perumahan untuk dihuni. Manusianya semakin banyak, kebutuhannya juga berbanding
lurus dan bercabang haha karena manusia kan banyak maunya hahaha iya kan?
Seperti yang udah di singgung didepan, bahwa selalu ada tuntutan dikota besar,
entah itu untuk pelayanan, kebutuhan atau yang lain, tapi mengesampingkan
faktor kenyamanan pada akhirnya. Tapi tenang, ga selamanya kota besar itu
negatif, karena seperti yang gue bilang diawal. Dari kota besar banyak hal-hal
baru tercipta. Seperti yang akan gue bahas berikut ini, yaitu tentang e-commerce.
E-commerce? Apa itu e-commerce? Brand baju kah?, Nama
makanan terfavorit? atau malah ada yang udah pernah mencoba layanan ini? Hah,
okelah daripada melebar kmana-mana dan ga jelas, gimana kalau kita bahas dulu
awal mula kenapa si dia bisa lahir. Cekidot!
E-commerce sudah ada di dunia dan di mulai
kemunculan sejak layanan internet tersedia, yang kemudian berkembang.
Awalnya, internet merupakan koperasi komputer yang tidak dimiliki
siapapun. Internet lahir pada tahun 1969 ketika sebuah kelompok
peneliti di Departemen Pertahanan Amerika berhubungan dengan empat
komputer di UCLA, Stanford Research Institute, Universitas Utah, dan
Universitas California di Santa Barbara. Hubungan ini dilakukan untuk
menciptakan sebuah jaringan untuk berkomunikasi antara satu dengan
yang lain mengenai proyek-proyek pemerintah. Jaringan ini dikenal dengan
istilah ARPAnet-ARPA lebih jelasnya Advanced Research Project
Agency yang merupakan bagian dari Departemen Keamanan AS. Tiga tahun
kemudian, lebih dari lima puluh universitas dan agensi-agensi militer
telah terhubung bersama-sama dalam jaringan (network), dan jaringan
komputer yang lain mulai muncul di sekitar negara bagian (country)
dan dunia. Seiring dengan perkembangan ARPAnet, yang diikuti pula
dengan kerjasama jaringan antara militer dan kaum pendidik, dan
eksperimen NASA mengenai jaringan komputer, jaringan ini
mulai terhubungkan satu dengan yang lain (interconnected),
inilah awal mula "Internet". Sejarah Singkat dan definisi
ecommerce: Perkembangan Teknologi Informasi telah
berhasil menciptakan infrastruktur informasi baru. Internet memiliki
beberapa daya tarik dan keunggulan bagi para konsumen maupun organisasi,
misalnya dalam hal kenyamanan, kecepatan data, akses 24 jam sehari,
efisiensi, alternatif ruang dan pilihan yang tanpa batas, personalisasi,
sumber informasi dan teknologi yang potensial dan lain lainnya. Dalam
konteks bisnis, internet membawa dampak transformasional yang menciptakan
paradigma baru dalam dunia bisnis berupa ‘Digital Marketing’ Pada
awal penerapan electronic commerce yang bermula di awal tahun 1970-an
dengan adanya inovasi semacam Electronic fund Transfer
(EFT). Saat itu penerapan sistem ini masih sangat terbatas pada perusahaan
berskala besar, lembaga keuangan pemerintah dan beberapa perusahaan
menengah kebawah yang nekat,kemudian berkembang hingga muncullah
yang dinamakan Electronic Data Interchange (EDI). Bermula dari
transaksi keuangan ke pemprosesan transaksi lainnya yang membuat
perusahaan-perusahaan lain ikut serta, mulai dari lembaga-lembaga keuangan
hingga ke manufacturing, ritel,jasa dan lainnya. Kemudian terus
berkembang aplikasi-aplikasi lain yang memiliki jangkauan dari
trading saham sampai ke sistem reservasi perjalanan. Pada waktu itu sistem
tersebut dikenal sebagai aplikasi telekomunikasi. Definisi Electronic
Commerce (e-commerce): Electronic e-commerce merupakan konsep
dari pemasaran global yang di gambarkan sebagai proses jual beli
barang atau jasa pada dunia online atau pertukaran informasi melalui
jaringan informasi internet(Turban, Lee, King,
Chung, 2000). Sebagai contoh, pada proses membeli buku di amazon.com,
bukanlah murni e-commerce, sebab saat pesanan ini dilakukan via online,
buku tersebut dikirim pada pemesan dengan melalui perusahaan
pengiriman barang seperti FedEx, akan tetapi membeli software di
Grisoft merupakan e-commerce murni, karena pengiriman,
pembayaran, dan perantara perdagangan semuanya dilakukan dalam system
digital. Memang aktivitas bisnis
selalu membutuhkan tempat, maka aplikasi e-commerce dibangun dengan
infrastruktur teknologi yang ada seperti Web Server Hosting, Domain
Name, Koneksi Internet, Web Progamming, Database MySQL, dan
lain-lainnya. Bila banyak orang diantara kita memandang e-commerce
itu hanya sekedar situs Web belaka, padahal yang sesungguhnya lebih luas
dari itu.
Karakteristik Utama e-commerce:
·
Terjadinya
transaksi antara dua belah pihak.
·
Adanya
pertukaran barang, jasa, atau informasi.
·
Internet
merupakan medium utama dalam proses atau mekanisme perdagangan tersebut.
e-commerce terbagi atas dua segmen yaitu
·
Business
to business e- commerce (perdagangan antar pelaku usaha).
·
Business
to consumer e-commerce (perdagangan antar pelaku usaha
dengan konsumen.
Sampai sini sudah mulai mudeng kah?
(mudeng=mengerti), bingung? masih belum kebayang? atau mungkin masih ada yang
masih penasaran tentang apa sih sebener-benernya e-commerce itu?. Ada ga sih
contoh realnya?. Tenang! jangan sedih brad and sist. Kita ulas satu persatu ya.
disini kami usahakan semuanya terjawab hehehe
Bentuk e-commerce yang ada terbagi
dalam 5 macam, yaitu forum online/ daftar iklan baris, marketplace, shopping
mall, toko online, dan social. Pertama yang akan
kita coba bahas mengenai bentuk e-commerce yang merupakan
daftar iklan baris. Saat ini siapa sih yang ga tau kaskus? ya kaskus merupakan
sebuah forum melalui media online yang saat ini terus
berkembang dan menjadi salah satu website e-commerce yang
besar di Indonesia. Para pengguna kaskus yang bisa disebut dengan sebutan
"agan" ini bisa membuat dan posting artikel dari mulai pembahasan
politik, ekonomi, spiritual, olahraga, makanan, hobi, dan jual beli tentunya.
Untuk masalah jual beli selama proses transaksi berlangsung pihak kaskus sendiri
tidak memberikan keharusan bagi para penjual ataupun pembeli menggunakan
layanan transaksi apapun yang mereka sediakan. Biasanya untuk metode pembayaran
dari transaksi para "agan-agan" kaskus ini lebih menggunakan sistem
COD (cash on delivery) karena sistem pembayaran seperti ini dianggap
lebih transparan dan terbuka antara penjual dan pembeli. Selain itu, biasanya
metode pembayaran seperti ini digunakan para penjual yang menjual barang-barang
bekas atau menjual barang dengan kuantitas yang sedikit.
Bentuk e-commerce kedua yang ada di
Indonesia adalah marketplace. Bentuk e-commerce seperti
ini adalah model bisnis dimana website yang bersangkutan
menawarkan tempat atau lapak sebagai media promosi untuk membantu mempromosikan
barang dagangan para klien yang bertindak sebagai penjual yang menggunakan jasa
perusahaan tersebut. Selain itu, pihak e-commerce juga
memfasilitasi layanan metode pembayaran dari transaksi yang
dilakukan. Indikator utama bagi sebuah website marketplace adalah
seluruh transaksi online harus difasilitasi oleh website yang bersangkutan yang
juga menjadi cirri utama dari bentuk bisinis e-commerce marketplace.
Kegiatan transaksi jual beli pada marketplace jugan memberikan layanan escrow.
Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan escrow account itu?
Escrow account merupakan rekening pihak ketiga untuk menjamin
kemanan bertransaksi sebagai jembatan antara penjual, pembeli, dan pihak
marketplace tersebut. Dimana penjual hanya akan menerima uang pembayaran
setelah barang diterima oleh pihak pembeli. Selama barang tersebut belum sampai
di tangan pembeli, uang akan disimpan di rekening pihak ketiga. Apabila
transaksi gagal, maka uang akan dikembalikan ke pihak pembeli. Perusahaan e-commerce yang
berbentuk marketplace di Indonesia salah satunya adalah Tokopedia, Buka Lapak
dan Elevenia.
Selanjutnya adalah e-commerce yang
berbentuk Shopping Mall/ Retail. Model e-commerce ini hampir
mirip dengan marketplace dari segi pelayanannya, akan tetapi yang membedakannya
disini penjual yang bisa berjualan hanyalah penjual dengan nama brand besar.
Untuk masuk pun membutuhkan proses yang tidak mudah karena proses verifikasinya
yang ketat. Jika dilihat dari segi keuntungan, pihak e-commerce bisa
menarik komisi dari penjual yang notabenenya brand besar tersebut. Di Indonesia
bentuk bisnis ini baru diterapkan oleh Blibli.
Bentuk bisnis e-commerce selanjutnya
adalah toko online bussines to consumer (B2C). Model bisnis ini cukup
sederhana, yakni sebuah toko online dengan alamat website (domain) sendiri
dimana penjual memiliki stok produk dan menjualnya secara online. Sehingga
semua keuntungan dari penjualan produk murni dimiliki oleh perusahaan e-commerce tersebut.
Beberapa perusahaan e-commerce yang menerapkan bentuk seperti
ini di Indonesia antara lain Lazada, Bhineka, dan Zalora.
Bentuk bisnis e-commerce yang
terakhir adalah Social Media Shop. Bentuk e-commercer ini sangat
dipengaruhi oleh perkembangan sosial media yang semakin meningkat. Peluang yang
ada pada sosial media tersebutlah yang langsung dimanfaatkan oleh para
perusahaan e-commerce dengan membangun bisnis yang berbasis
sosial media. Di Indonesia sendiri yang menjadi lahan sosial media shop adalah
Facebook , Twitter,dan Instagram. Sedangkan e-commerce di
Indonesia yang menerapkan bentuk bisnis ini adalah Onigi. Untuk keuntungan yang
didapat adalah dari segi pemanfaatan banyaknya konsumen yang memakai sosial
media dan juga kemudahan dalam pembuatannya.
Untuk mengenal lebih lanjut e-commerce ini
kita harus mengetahui kelebihan dan kelemahannya, yaitu:
·
Isu
keamanan, Masalah keamanan ini
membuat orang takut untuk melakukan transaksi, misalkan
adanya penipuan dalam transaksi tersebut. Sekarang sudah banyak modus yang digunakan untuk
menipu para konsumen, salah satunya adalah penipuan melalui sms seperti kuis atau yang
lainnya.
adanya penipuan dalam transaksi tersebut. Sekarang sudah banyak modus yang digunakan untuk
menipu para konsumen, salah satunya adalah penipuan melalui sms seperti kuis atau yang
lainnya.
·
Pembajakan
kartu kredit, stock exchange fraud, banking
fraud, hak atas kekayaan
intelektual, akses ilegal ke system informasi (hacking) perusakan web site sampai dengan
pencurian data.
intelektual, akses ilegal ke system informasi (hacking) perusakan web site sampai dengan
pencurian data.
·
Ketidaksesuaian
jenis dan kualitas barang yang dijanjikan,
·
Ketidaktepatan
waktu pengiriman barang.
·
No cash
payment.
·
Indonesia
belum memiliki perangkat hukum yang mengakomodasi
perkembangan e-commerce. Hukum yang kurang berkembang dalam e-commerce juga
merupakan salah satu penyebab konsumen merasa sangsi dengan transaksi yang akan
dilakukannya. Tidak semua perusahaan e-commerce melakukan perlindungan/jaminan terhadap
konsumen yang akan melakukan transaksi dengan perusahaan tersebut.
perkembangan e-commerce. Hukum yang kurang berkembang dalam e-commerce juga
merupakan salah satu penyebab konsumen merasa sangsi dengan transaksi yang akan
dilakukannya. Tidak semua perusahaan e-commerce melakukan perlindungan/jaminan terhadap
konsumen yang akan melakukan transaksi dengan perusahaan tersebut.
·
Masalah
kultur, yaitu sebagian masyarakat kurang merasa puas bila tidak melihat langsung barang
yang akan dibelinya.
yang akan dibelinya.
Kelebihan e-commerce:
·
Masih
banyak peluang dalam e-commerce karena belum banyak orang
terlibat dalam e-commerce.
·
Pemerintah
mendukung penuh dengan perkembangan teknologi.
·
Mempermudah
konsumen mendapat informasiTransaksi semakin cepat dan mudah.
·
Perusahaan dapat
memperluas pasarnya, bahkan hingga pasar internasional, sehingga
perusahaan
tersebut dapat lebih banyak menjangkau pelanggan, bahkan dapat melakukan kerjasama dengan
perusahaan luar.
tersebut dapat lebih banyak menjangkau pelanggan, bahkan dapat melakukan kerjasama dengan
perusahaan luar.
·
Mengurangi biaya pemasaran
bagi pengusaha.
·
Sistem yang berjalan 24
jam sehari dan 7 hari dalam seminggu mempermudah konsumen dalam
melakukan transaksi karena dapat dilakukan kapan saja.
melakukan transaksi karena dapat dilakukan kapan saja.
·
Dapat melakukan transaksi
dengan cepat, mudah dan aman.
·
Mengurangi biaya
transportasi bagi konsumen, karena transaksi dapat dilakukan di rumah.
Seperti yang di terapkan oleh Tokopedia, Operasional Tokopedia memberikan layanan 24 jam/ 7 hari karena DNA Tokopedia adalah Focus on Consumer, Growth Mindset dan Make it happen, make it better.
Kunci Sukses Dalam Membangun Bisnis e-commerce:
1. Membangun Circle of Trust
Dalam e-commerce yang dibangun Multiply,
Edward K. Suwignyo, menuturkan bahwa timnya telah menerapkan dua circle of
trust guna membangun tingkat kepercayaan konsumennya. Dua Circle of
Trust di Multiply tersebut adalah bagaimana membangun kredibilitas dan
bagaimana men-deliver yang namanya assurance (jaminan). Bagi Multiply
sendiri, membangun kredibilitas konsumen memang harus terus menerus dilakukan
dan dijaga setiap waktu, karena memang kredibilitas itu adalah proses jangka
panjang, bukan sesuatu yang instan. Masih menurut Edward K. Suwignyo,
menurutnya dalam konsep #belanja online, yang dicari oleh
konsumen sebenarnya sederhana, yaitu sesuatu yang praktis, cepat,
dan aman. Dan di Indonesia saat ini sedang mengarah ke arah sana.
2. Transparan Dalam Bertransaksi
Regulasi yang mengatur toko belanja online memastikan
rincian penting seperti informasi yang mengharuskan kontak bisnis selalu
ditampilkan. Selain itu dalam memberikan informasi sebuah produk harus
memberikan informasi transparan dan akurat agar konsumen tidak merasa
dibohongi. Meskipun aturan sudah sedemikian ditetapkan, tetapi banyak orang
masih memiliki kekhawatiran tentang pembelian secara online. Yang membuat para
konsumen khawatir adalah banyaknya kasus penipuan atau munculnya banyak
situs e-commerce yang tidak jelas. Untuk itu akan lebih bijak
dan semakin terpercaya jika #website e-commerce yang Anda launching
mengutamakan keterbukaan dengan menyampaikan informasi sedetail-detailnya.
3. Prinsip Aman, Nyaman dan Terpercaya
Dalam sistem pembayaran yang ditampilkan untuk situs eCommerce
harus memenuhi tiga unsur yaitu, Aman, Nyaman dan Terpercaya. Baik menggunakan
kartu kredit, PayPal, ataupun dengan transfer bank lokal, yang paling utama
adalah keamanan, kenyamanan serta keterpercayaan sistem yang ada dalam
situs e-commerce. Konsumen lebih cenderung untuk melakukan
pembelian jika mereka dapat melihat pilihan mereka bisa dipercaya sebelum
mereka berkomitmen untuk membeli. Menampilkan pilihan pembayaran bersama banner pembayaran
yang aman memperkuat pesan bahwa situs e-commerce bisa
dipercaya seutuhnya. Karena banyak pelanggan yang memiliki metode pembayaran
yang disukai, sangat penting bahwa Anda menawarkan berbagai metode pembayaran.
Hal ini untuk memastikan mereka tidak ada akan pergi hanya
karena transaksi keuangan yang ditawarkan membuat mereka tidak nyaman.
4. Sederhanakan Proses Transaksi
Apapun jenis e-commerce yang sedang
dikelola, penting kita ketahui bahwa semakin sederhana proses
transaksi yang kita tawarkan maka itu adalah suatu nilai plus tersendiri.
Mungkin meminta rincian info dari pengunjung dengan pendaftaran bisa
menghasilkan banyak manfaat terhadap situs e-commerce Anda.
Namun perlu kita ingat bahwa banyak pelanggan lebih menyukai proses yang
cepat, akurat dan mudah karena begitu berharganya waktu bagi mereka. Perlu juga
kita ingat, ketika seseorang memutuskan untuk menggunakan layanan online, baik
itu berbelanja atau bertransaksi lainnya, tentu dibarengi dengan keinginan
untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan dan bisa memotong proses transaksi yang
panjang.
5. Maksimalkan Fitur Untuk Pengguna Ponsel
Semakin besarnya pengguna ponsel saat ini membuat
website eCommerce juga harus menyesuaikan diri. Apalagi dengan #Algoritma
Google yang paling baru dengan karakter yang lebih mengutamakan easy
mobile, maka Anda mau tidak mau juga harus mengikuti agar situs eCommerce Anda
tidak terlempar dari persaingan. Algoritma MobileGeddon dengan jelas menegaskan
bahwa akan mengutamakan sebuah situs yang mobile friendly. Artinya jika situs
Anda tidak memiliki kualifikasi demikian, jangan berharap bisa bersaing dengan
situs yang lainnya. Dengan maksimalnya fitur untuk ponsel, maka dengan
sendirinya akan semakin mempermudah akses klien Anda yang memakai ponsel.
Karena seperti kita ketahui bersama bahwasannya saat ini ponsel canggih begitu
mendominsai masyarakat untuk menjelajahi internet.
Beberapa aplikasi umum yang berhubungan dengan e-commerce adalah:
·
E-mail dan Messaging
·
Content Management Systems
·
Dokumen, spreadsheet,
database
·
Akunting dan sistem
keuangan
·
Informasi pengiriman dan
pemesanan
·
Pelaporan informasi dari
klien dan enterprise
·
Sistem pembayaran domestik
dan internasional
·
Newsgroup
·
On-line Shopping
·
Conferencing
·
Online Banking/internet
Banking
·
Product Digital/Non Digital
·
Online SEO
Berikut adalah beberapa
aplikasi Umum yang berhubungan dengan e-commerce yang
diterapkan di PT. Bakrie Telecom, Tbk.
1. E-mail dan Messaging
Semua komunikasi yang
digunakan di BTEL adalah melalui Email, hal ini sangat mendukung semua proses
kerja di BTEL, sehingga semua keputusan dapat diambil dengan mudah dan
waktunya cepat.
2. Content Management
Systems
Content management systems
yang digunakan di BTEL atau biasa di sebut dengan CMS sebenarnya merupakan
suatu sistem yang di gunakan untuk mempermudah dalam memfasilitasi pembuatan,
pengelolaan, pembaharuan, dan publikasi content pada sebuah situs website
ataupun blog. Dengan adanya content management system (cms) yang terintegrasi
pada suatu website atau blog, seseorang dalam melakukan pengelolaan situs yang
dinamis beserta isi data content nya yang berupa informasi dalam bentuk teks,
grafik, images, video maupun dalam format lainnya semakin di permudah bahkan
untuk orang awan sekalipun dapat mengelolah suatu website ataupun blog beserta
isi content nya dengan sangat cepat dan mudah.
3. Dokumen, spreadsheet,
database
Semua dokumen yang dikelola
di BTEL disimpan dan dikelola dalam data base yang disimpan secara
teratur.
4. Akunting dan sistem
keuangan
Data keuangan dan pelaporan
yang ada di BTEL dikelolah dengan sangat canggih oleh sistem yang secara
terintegrasi dari semua bagian dan cabang yang menginput transaksi. Adapun
laporan yang ada adalah Income statement, balance sheet laporan perubahan
modal, dan banyak lagi laporan yang dibutuhkan oleh bagian-bagian terkait untuk
dapat dibuat sebagai dasar pengambilan keputusan.
5. Informasi pengiriman dan
pemesanan
Informasi pengiriman dan
pemesanan semua keperluan pengadaan barang yang diperlukan juga sudah
menggunakan cara automatically order, yang dikelola dengan baik dalam
memenuhi semua kebutuhan di semua cabang maupun di semua bagian yang memerlukan
, di BTEL semua proses tersebut dikelola olehprocurement.
6. Pelaporan informasi dari
klien dan enterprise
Pelaporan informasi yang di
dapat dari klien dan enterprice sudah dikoordinasikan dengan baik di PT.
Bakrie Telecom, Tbk, sehingga semua informasi yang diperlukan dengan cepat bisa
didapatkan dari klien dalam hal ini mitra kerja dari pada BTEL.
7. Newsgroup
BTEL memiliki suatu media
news group, yang setiap saat dapat diakses oleh semua karyawan melalui portal
BTEL, adapun nama newsnya adalah “Esia All News”, media ini sangat mudah
diakses, dan banyak informasi yang didapat, dan media ini dapat memberikan
informasi secara online.
8. Conferencing
Conferencing yang dilakukan
di BTEL sudah dilakukan dengan sistem yang baik sehingga pada saat melalukan
conference tidak ada lagi pembatas lokasi, kemudahan seperti ini memberikan
keefektifan kerja , dalam menyampaikan informasi – informasi yang sesegera
mungkin disampaikan.
Di BTEL sendiri, salah satu
departemen yang paling penting dan merupakan komponen utama dalam proses
bisnisnya adalah IT BSS (Business Support System). IT BSS (Business Support
System) merupakan komponen penting pada perusahaan telekomunikasi untuk
mendukung dan menjalankan operasi bisnis utama kepada pelanggan berupa layanan
komunikasi end-to-end. BSS bertanggung jawab di 4 area penting perusahaan
:
a. Product Management
BSS mendukung pembangunan
produk, manajemen harga layanan, kegiatan penjualan, mendukung manajemen produk
(product life cycle), dan mensinergikan produk dengan kebutuhan
pelanggan.
b. Customer Management
BSS mendukung interaksi,
layanan informasi, serta penyelesaian masalah pelanggan selama 1 hari penuh 24
jam dan 7 hari dalam seminggu. Customer management bertanggung jawab mengelola
pelanggan agar tetap loyal dengan perusahaan.
c. Revenue Management
BSS mendukung perolehan
pendapatan berupa perhitungan tagihan ke pelanggan, perhitungan pendapatan
berdasarkan tiap jenis layanan, perhitungan kerugian karena kesalahan
konfigurasi di elemen jaringan atau kesalahan vendor, serta kelayakan produk
untuk tetap dijalankan oleh perusahaan.
d. Order Management
BSS mendukung proses
produksi dan distribusi reguler, pemesanan (order) produksi untuk acara atau
wilayah khusus, pemesanan komponen keperluan produksi ke vendor, serta change/
service request terhadap konfigurasi elemen jaringan, layanan, dan produk.
Tugas utama IT BSS adalah
menangani kebutuhan perusahaan untuk melayani pelanggan dan menghasilkan
revenue. Keterlambatan delivery aplikasi dari ITT BSS menyebabkan perusahaan
kehilangan momen yang paling tepat untuk melakukan launching layanan baru dan
menciptakan peluang bagi perusahaan kompetitor untuk lebih dahulu merebut
pelanggan. Pekerjaan yang diterima IT BSS berasal dari user / requestor,
yaitu tim commerce (product
management, product operation, sales, Customer Relationship Management (CRM)
dan lainnya).
E-commerce organization
Indonesia
idEA – Indonesian E-commerce Association merupakan
wadah komunikasi antar pelaku industri E-commerce Indonesia.
idEA hadir sebagai jembatan untuk menjalin hubungan yang baik antar pemain
dalam industri dengan para mitra industri secara berkesinambungan, termasuk
diantaranya dengan pemerintahan dalam hal regulasi yang berkaitan dengan
kepentingan industri, maupun dengan asosiasi lain yang secara langsung menjadi
elemen penting dalam pengembangan ekosistem industri E-commerce.
idEA resmi didirikan pada bulan Mei 2012 di Jakarta.
Penggagas idEA terdiri dari 10 perusahaan besar E-commerce Indonesia,
yaitu : Berniaga.com, Bhinneka.com, BliBli.com, DealGoing.com, Gramedia.com,
Kaskus.us, Multiply.com, Plasa.com, Tokobagus.com dan Tokopedia.com.
Visi idEA adalah :
· Memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi
dan pemerataan kekayaan Indonesia
melalui aktivitas E-commerce.
melalui aktivitas E-commerce.
· Menjadikan fasilitas E-commerce tersedia
bagi semua pengguna Internet di Indonesia.
· Menjadikan Indonesia sebagai basis ekonomi digital
terbesar di Asia Tenggara.
Misi idEA adalah :
· Melakukan kegiatan edukasi yang meluas tentang E-commerce
· Melakukan kegiatan promosi yang menyeluruh
tentang E-commerce
· Mengembangkan sumber daya manusia bidang E-commerce
· Mengembangkan teknologi yang superior yang dapat
mendorong kesuksesan industri E-commerce
Intervensi Pemerintah
Sesuai dengan idealisme Indonsia yaitu Pancasila sila
ke 5 Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pemerintah sebagai suatu
lembaga berkewajiban membuat peraturan sehingga keadilan tersebut terwujud. Hal
itu semakin diperjelas dengan pasal 33 ayat 4 Perekonomian nasional
diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinisp kebersamaan,
efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta
dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional. Pemerintah
Indonesia telah membuat berbagai Kementrian untuk membantu dalam mengelola
Negara ini. Kementrian yang berhubungan dengan e-commerce adalah
Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Komunikasi dan
Informatika. Masing-masing kementerian tersebut terhubung karena E-commerce merupakan
tempat terjadinya/ sarana jual beli.
·
Kementerian Perdagangan
Di Indonesia sebelum ada RPP E-commerce,
peraturan E-commerce merujuk pada UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Untuk lebih
menyempurnakannya di tahun 2014 diterbitkan UU no.7 tahun 2014 yang menyatakan
bahwa setiap pelaku usaha dalam kegiatan perdagangan melalui system elektronik
(E-commerce) wajib menyediakan data atau informasi yang bukan hanya
lengkap tapi juga benar dan dilarang menjual barang atau jasa yang tidak sesuai
dengan data dan informasi yang disampaikan. Di tahun 2015 pemerintah
mencanangkan program untuk memperbaharui UU yang dituangkan dalam
RPP E-commerce yang isinya antara lain: daftar negatif
investasi, pendampingan UKM, dan cross border transaction. Pada
tanggal 4 Jul 2015 Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengundang Asosiasi E-commerce Indonesia
(idEA) untuk membahas RPP E-commerce dan menyatakan akan
melibatkan Asosiasi dalam proses penyusunan aturan tersebut.
·
Kementrian Kominfo
Peraturan pemerintah tentang penyelenggaraan sistem
dan transaksi elektronik yaitu PP No. 82 tahun 2012 di dalamnya mengatur
tentang penyelanggaraan system transaksi elektronik, Intrusive Ads, dan
akreditasi e-commerce.
·
Pajak e-commerce
Kompas menyebutkan
transaksi E-commerce mencapai 8.5 % dari PDB dari sektor
perdagangan secara keseluruhan pada tahun 2014 sebesar kurang lebih 1400
triliun. PDB e-commerce tersebut diperoleh dari transaksi yang
dilakukan oleh lebih 75 ribu pedagang pelaku e-commerce. Jumlah
tersebut akan terus meningkat pesat, karena berdasarkan sumber dari Markplus
Insight dan Markeeters ada sekitar 5 (lima) juta pedagang yang siap melakukan
penjualan online apabila infrastruktur dan jaringan sudah memadai. Sehingga
bisa diprediksi betapa besarnya jumlah transaksi e-commerce beberapa
tahun mendatang.
Dalam transaksi e-commerce terdapat
potensi pajak yang seharusnya disetorkan kepada negara. Saat ini belum ada
peraturan yang mengaturnya, apabila dapat mengawasi transaksi e-commerce,
maka penerimaan dari sektor ini akan dapat memberikan kontribusi yang tidak
sedikit terhadap penerimaan pajak. Penggalian pajak atas transaksi e-commerce bertujuan
untuk menerapkan keadilan bagi semua wajib pajak baik konvensional maupun e-commerce.
Karena pada dasarnya kewajiban wajib pajak pelaku bisnis konvensional
atau e-commerce tidak berbeda.
Beberapa peraturan lain yang berkaitan dengan
transaksi E-commerce adalah HAKI (UU Hak Cipta No.19/2002,
Rahasia Dagang No.30/2000, Desain Industri No.31/2000, Desain Tata Letak
Sirkuit Terpadu No.32/2000, Paten No.14/2001 dan Merk Np.15/2001), Perlindungan
Konsumen (No.8/1999), Persaingan Usaha yang Sehat (No.5/1999), KUHPerdata, dan
UU Transfer Dana (No.3/2011).
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar